Jakarta - Gempa berkekuatan 6,6 SR yang mengguncang Sumba Barat
pada Jumat (12/2/2016) mengakibatkan sejumlah bangunan rusak. Selain
rumah warga, ada pula sekolah dan rumah sakit yang retak.
"Berdasarkan
data sementara terdapat 7 sekolah rusak ringan atau retak di dinding. 2
fasilitas umum yaitu RSUD Sumba Barat dan RS Lende Moripa juga
mengalami retak rusak ringan hingga sedang," kata Kepala Pusat Data
Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu
(13/2/2016).
Kerusakan juga terjadi di Kantor Dinas Perhutanan,
Peternakan, Kantor Bupati dan Kantor Polres Sumba Barat. Ada pula 10
rumah warga yang rusak ringan hingga sedang.
"Banyak rumah
penduduk di Sumba Barat yang terbuat dari kayu sehingga saat gempa dapat
meredam guncangan yang keras sekalipun," ungkapnya.
BNPB dan
BPBD Sumba Barat sudah mendata daerah yang terdampak di Kecamatan
Lamboya Barat. BPBD Kab. Sumba Barat telah berkoordinasi dengan TNI,
Polri serta beberapa LSM terkait untuk pendataan. Laporan kerusakan
bangunan dari semua desa masih dihimpun di Kantor Kecamatan dan belum
ada laporan ke BPBD.
"Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan
berat seperti di Kecamatan Alang Anak Dumai, Kecamatan Waikabubak dan
Waingapu. Pendataan terus dilakukan," kata Sutopo.
Komunikasi
sempat terputus karena kerusakan pada tower di daerah Bima 3 jam sebelum
gempa. Kini, komunikasi sudah normal kembali.
BMKG melaporkan
terjadi gempa 6,6 SR pada Jumat (12-2-2016) pukul 17.02 Wib. Pusat gempa
di darat yaitu 14 km Barat Daya Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara
Timur. Pusat gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 10 km. Gempa tidak
menimbulkan tsunami.
Business
Technology
KESEHATAN
DUNIA ISLAM
Sports
Fashion
ID News Channel's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.






