Jakarta - Kapolri Jenderal Bahrodin Haiti mengungkap adanya kelompok teroris yang mendapat aliran dana dari Suriah dan Yordania. Meski
demikian, Badrodin menyebut tidak bisa secara serta merta memutus aliran
dana asing begitu saja.
"Sulit untuk mendeteksi di sana.
Misalnya si Amin kirim uang ke Suriah, kira-kira nama Amin siapa? Kan
tidak ada identitas pelakunya," ujar Badrodin di Mabes Polri, Jalan
Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2016) malam.
Badrodin
menyebut pihaknya sulit mencegah masuknya aliran dana asing masuk ke
Indonesia. Terlebih mengetahui kalau aliran dana itu diperuntukkan untuk
membiayai aktivitas terorisme.
"Ya tidak bisa. Bagaimana Western
Union dihalangi menyampaikan ini? Kita juga tidak tahu dana dari
teroris atau bukan," terangnya.
Sebelum ini dalam rapat bersama
Banggar DPR, Badrodin juga sempat mengungkapkan ada tiga kelompok yang
berencana melakukan aksi teror di Indonesia. Salah satunya, kelompok
Hendro Fernando yang mendapatkan uang dari Suriah, Yordania dan Turki
sebesar Rp 1,3 miliar.
Dana tersebut kemudian dialirkan lagi ke
Filipina untuk membeli senjata lalu ke Poso dan dicairkan sendiri untuk
kelompok itu. Badrodin mengatakan, kelompok Hendro berencana menyerang
Bandara Soekarno-Hatta dan Mabes Polri.
Selain itu, kelompok
teror bom Thamrin juga mendapat aliran dana. Hanya saja jumlahnya lebih
kecil dibanding yang didapat oleh kelompok Hendro, yakni Rp 900 ribu.
"Mereka
kan membentuk kelompok kecil ada 4-6 orang. Kelompok ini ada leader-nya
masing-masing. Itu yang kemudian komunikasi ada beberapa tempat,
termasuk yang komunikasi dengan Bahrun Naim. Dia yang kita identifikasi.
Selama ini sudah ada yang terungkap empat sampai 5 kelompok," kata
Badrodin.
Business
Technology
KESEHATAN
DUNIA ISLAM
Sports
Fashion
ID News Channel's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.






